6 Cara Mengatur Keuangan Freelancer dan Wirausaha

Daftar isi [Tampil]
Bagi kebanyakan orang bekerja sebagai seorang freelancer sangat menyenangkan karena tidak terikat pada jam kerja, namun ada kekurangan dari segi finansial dikarenakan penghasilan yang tidak menentu. Berbeda dengan pegawai ataupun karyawan yang setiap bulannya memiliki penghasilan tetap dan diterimakan sekaligus pada ahir bulan atau awal bulan. Hal sama juga dapat dialami oleh para wirausahawan, walaupun lebih banyak terjadi penghasilan seorang freelancer atau wirausaha dapat jauh lebih besar daripada gaji tetap seorang karyawan atau pegawai. Namun jika tidak dikelola dengan baik maka arus keluar masuk keuangan akan menjadi tidak terkontrol bahkan menjadi kurang setiap bulannya. Karena itulah diperlukan cara mengatur keuangan bagi freelancer dan wirausaha, supaya keuangan dapat dikelola dengan baik serta masih dapat menabung tanpa harus kehabisan uang di tengah bulan. Berikut 6 cara mengatur keuangan freelancer :
cara mengatur keuangan freelancer

6 cara mengatur keuangan freelancer

1. Dahulukan Kebutuhan Pokok

Buatlah terlebih dahulu daftar kebutuhan pokok yang pasti dibutuhkan setiap bulan, dapat dimulai dari biaya konsumsi, listrik, air, hingga angsuran kredit. Jika telah mengetahui jumlahnya secara pasti, selanjutnya sisihkan penghasilan yang telah diperoleh untuk memastikan semua kebutuhan terpenuhi.

2. Menyiapkan Dana Darurat

Karena besarnya penghasilan seorang freelance dan wirausaha tidak pasti setiap bulannya, maka wajib untuk selalu menyisihkan uang untuk keperluan darurat sebesar 20–30% gaji. Usahakan untuk dapat menyisihkannya secara berkala. Dana ini khusus untuk digunakan ketika ada kebutuhan mendadak, jadi jangan sampai digunakan untuk keperluan lainnya.

3. Mencatat Semua Pemasukan

Bagi freelance dan wirausaha, sangat wajib untuk dapat mengetahui jumlah pemasukan dan pengeluaran setiap bulan, karena dari situlah dapat digunakan untuk membuat target pemasukan minimum dan meminimalkan pengeluaran. Untuk itu, mulailah mencatat secara lengkap aktivitas finansial dan susunlah anggaran untuk membuat kita lebih disiplin.

4. Simpanan

Selama hidup anda pasti memiliki target khusus, seperti mempersiapkan modal untuk pernikahan atau memiliki rumah sendiri, karena itu sebaiknya sedini mungkin mulai memasukkan anggaran tersebut ketika membuat catatan pengeluaran tiap bulan. Jadi, walaupun dengan jumlah pemasukan yang tidak pasti namun setiap bulan tetap dapat menyisihkan uang sebagai simpanan untuk rencana di masa depan.

5. Asuransi Kesehatan

Sebagai pekerja tanpa ikatan, maka kita tidak mempunyai Asuransi Kesehatan seperti halnya pekerja kantoran. Untuk itu, sebagai seorang freelance dan wirausaha, pastikan kita tetap terlindungi oleh Asuransi. Paling tidak kita memiliki keanggotaan di BPJS Kesehatan atau jika perlu juga mendaftar BPJS Ketenagakerjaan sebagi tabungan hari tua nantinya.
6. Mengurangi Gaya Hidup Konsumtif
Seorang freelance dan wirausahawan yang sukses adalah mereka yang dapat menjaga gaya hidup, dalam artian tidak memiliki kebiasaan konsumtif, karena tidak jarang seorang freelance dan wirausaha mengalami kesulitan keuangan hanya karena tidak dapat menahan keinginan untuk belanja dan bergaya hidup eksklusif. Atasi keinginan tersebut dengan mengalihkan sebagian penghasilan pada instrumen Investasi, seperti membeli logam atau Reksa Dana.
Selain 6 cara mengatur keuangan freelancer dan wirusaha diatas masih banyak hal yang menjadi dinamika seorang freelance dan wirausaha. Namun dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik maka profesi freelance dan wirausaha dapat menjadi profesi yang sangat menyenangkan. Hal ini karena kita dapat selalu berkumpul dengan keluarga serta dapat menyalurkan hobi yang positif

Posting Komentar

0 Komentar

Follow by Email

Get all latest content delivered straight to your inbox.